Trinityordnance.com – Wardatina Mawa menuntut kejelasan mengenai pernikahan siri antara Inara Rusli dan suaminya, Insanul Fahmi, yang dikabarkan berlangsung pada tahun 2025. Permintaan ini disampaikan saat Mawa bertemu dengan Insanul, di tengah konflik yang melanda rumah tangga mereka.
Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa Mawa menginginkan bukti konkret untuk memastikan apakah suaminya telah melakukan perzinahan dengan Inara. Dia merujuk pada rekaman CCTV yang menunjukkan kegiatan antara Insanul dan Inara pada tanggal 8 bulan tertentu, sementara Insanul baru mengajukan izin poligami kepada Mawa pada bulan Oktober.
“Periode antara Agustus dan Oktober menunjukkan bahwa Insanul baru meminta persetujuan untuk poligami dua bulan setelah peristiwa yang tertangkap di kamera,” jelas Tommy di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Menurutnya, Mawa merasa adanya ketidakjelasan akibat timeline tersebut.
Insanul kepada Mawa menerangkan bahwa video CCTV yang menggambarkan momen di kamar Inara terjadi setelah mereka menikah siri. Meskipun demikian, Mawa tetap tidak puas dan memintanya untuk mengonfirmasi pernikahan tersebut, termasuk tanggal akad, serta identitas wali dan saksi yang hadir.
Situasi ini menunjukkan kompleksitas dalam hubungan mereka, di mana Mawa berupaya mencari kejelasan di tengah dugaan perselingkuhan. Persoalan ini mencerminkan tantangan hukum dan sosial yang sering dihadapi dalam isu rumah tangga, terutama terkait pernikahan siri dalam masyarakat. Mawa berharap bukti yang diminta dapat memberikan kepastian dan keadilan dalam situasi ini.