Sutradara Dokumenter Melania Trump Terkait Skandal Epstein

[original_title]

Trinityordnance.com – Sutradara Brett Ratner terjerat dalam kontroversi seiring dengan dirilisnya lebih dari satu juta dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang terkait dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang sudah meninggal. Dokumen tersebut termasuk rangkaian foto yang menunjukkan Ratner bersama Epstein dan agen model Prancis, Jean-Luc Brunel. Foto-foto ini terlihat diambil di suatu lokasi yang belum diungkap, kemungkinan di tempat yang sama dengan foto sebelumnya yang bocor pada bulan Desember lalu.

Brett Ratner, yang terkenal lewat film-film seperti Rush Hour dan X-Men: The Last Stand, baru saja meluncurkan proyek terbarunya, sebuah film dokumenter berjudul Melania: 20 Days to History. Dokumenter ini mengeksplorasi kehidupan Melania Trump menjelang pelantikan suaminya pada Januari 2025. Namun, kemunculan foto-foto tersebut kini memicu kritik di tengah promosi proyeknya.

Dalam serie foto tersebut, Ratner tampak bersantai di sofa bersama Epstein dan Brunel, dikelilingi oleh sejumlah wanita. Identitas para wanita tersebut disamarkan untuk menghormati privasi mereka. Pihak berwenang menegaskan bahwa munculnya nama-nama besar dalam dokumentasi ini tidak berarti mereka terlibat dalam pelanggaran hukum.

Proyek dokumenter ini menjadi karya pertama Ratner setelah dituduh melakukan pelecehan seksual pada 2017, di masa gerakan #MeToo. Meskipun mengaku tidak bersalah, film ini menerima kritik tajam akibat kaitannya dengan pendanaan di bawah administrasi Trump.

Selain Ratner, dokumen ini juga mengungkap hubungan Epstein dengan berbagai tokoh terkenal, termasuk Elon Musk dan Pangeran Andrew. Pangeran Andrew terlihat dalam gambar yang menimbulkan kontroversi, sementara Jean-Luc Brunel, yang memiliki agensi model, ditemukan tewas di sel penjara Paris pada tahun 2022 saat sedang diselidiki atas tuduhan serius. Hingga kini, Ratner belum memberikan komentar resmi terkait isu ini.

Baca Juga  Pemerintah Setujui Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *