Trinityordnance.com – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mengemukakan bahwa sepeda motor listrik memiliki potensi besar dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar fosil. Public Relation & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, menyatakan, dengan lebih dari 130 juta unit sepeda motor di Indonesia dan penambahan sekitar enam juta unit setiap tahun, transisi menuju kendaraan listrik dapat berdampak signifikan di sektor energi.
Rini menyebutkan bahwa sepeda motor listrik merupakan solusi relevan dalam mengurangi ketergantungan terhadap BBM, selaras dengan visi pemerintah untuk kemandirian dan efisiensi energi. Dia mengajak agar pemerintah merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, mengingat lonjakan harga BBM dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap sepeda motor listrik.
Namun, Rini menegaskan, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada komitmen pemerintah dalam menghadirkan kebijakan yang cepat dan terarah. Tanpa dukungan tersebut, masyarakat mungkin menunda keputusan membeli kendaraan listrik, yang akan memperlambat transisi ke kendaraan nol emisi.
AISMOLI juga melaporkan adanya peningkatan minat terhadap sepeda motor listrik, yang dipicu oleh harga BBM yang melonjak akibat dampak perang di Selat Hormuz. Penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk sepeda motor listrik menunjukkan peningkatan signifikan, dengan jumlah kendaraan yang lolos uji tipe meningkat dari 2.103 dan 2.158 di Januari dan Februari 2025 menjadi 3.565 dan 3.066 pada periode yang sama tahun 2026.
Data ini mencerminkan kesiapan pasar serta potensi permintaan konsumen, dengan agen pemegang merek (APM) disiapkan untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan tren penjualan yang terjadi.