Wamentan Tekankan Peningkatan Produksi Dalam Negeri untuk Impor Pangan

[original_title]

Trinityordnance.com – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor pangan melalui peningkatan produksi dalam negeri dan optimalisasi lahan. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang berlangsung di Jakarta pada Selasa lalu.

Menghadapi jumlah impor beras yang diproyeksikan mencapai 4 juta ton pada 2024, pemerintah berencana menutup impor beras pada 2025 sebagai langkah untuk memperkuat kemandirian pangan di Indonesia. Saat ini, stok cadangan beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,3 juta ton, tertinggi dalam sejarah. Sudaryono menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, di mana ia merasakan dampak positif peningkatan produksi pangan terhadap perputaran ekonomi masyarakat desa.

“Ketika produksi naik, usaha tumbuh, dan lapangan kerja baru terbuka,” ujar Sudaryono. Berbagai program percepatan produksi telah diterapkan, seperti pompanisasi, perbaikan irigasi, dan distribusi benih unggul yang bertujuan meningkatkan frekuensi tanam. Peningkatan ini diklaim dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.

Wakil Menteri juga menyoroti dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menciptakan pasar baru bagi komoditas pertanian dan peternakan. Dalam kurun waktu satu tahun, ekspor sektor pertanian telah mencapai Rp756,59 triliun, menandakan adanya potensi yang besar bagi pertanian berbasis ekspor.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berkomitmen untuk mencetak sawah baru di luar Jawa guna menjaga ketahanan pangan dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru. Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam produk domestik bruto (PDB) nasional, sehingga dukungan yang kuat bagi petani sangat dibutuhkan.

Baca Juga  Prilly Latuconsina Fokus Perawatan Kulit Menjelang Usia 30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *