Peternak Rakyat Blitar Raya Minta Perlindungan untuk Mikro

[original_title]

Trinityordnance.com – Harga telur di Indonesia mengalami penurunan drastis, dengan angka saat ini menyentuh Rp20.600 per kilogram. Hal ini disampaikan oleh ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya yang menggelar aksi di Blitar, Jawa Timur, untuk menyuarakan kesulitan yang mereka hadapi akibat kondisi tersebut.

Koordinator aksi, Suyanto, mengungkapkan bahwa penurunan harga telur ini telah berlangsung selama tiga bulan dan membuat para peternak kesulitan dalam bertahan. Suyanto menjelaskan bahwa harga pokok produksi (HPP) mereka mencapai Rp23.000 per kilogram, sedangkan harga acuan pembelian (HAP) seharusnya berkisar antara Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.

Selain harga telur yang rendah, para peternak juga mengalami lonjakan biaya pakan. Harga pakan, yang sebelumnya Rp370.000 per karung, kini naik menjadi Rp400.000. Di sisi lain, harga jagung yang juga meningkat menjadi Rp6.400 hingga Rp6.500 per kilogram memperparah situasi. Para peternak terpaksa menjual barang berharga demi membeli pakan, sering kali tanpa kepastian kapan kondisi akan normal kembali.

Dalam aksinya, peternak tidak hanya menuntut stabilisasi harga telur, tetapi juga mengkhawatirkan masuknya investor asing di sektor peternakan yang dinilai dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka. Bupati Blitar, Rijanto, mencatat bahwa harga telur saat ini telah berdampak signifikan pada keberlangsungan peternak, dengan produksi telur di Blitar mencapai 450 ton per hari. Ia berkomitmen untuk meneruskan keluhan tersebut kepada pemerintah pusat.

Melalui aksi ini, peternak berharap dapat mendapat perhatian dan tindakan dari pihak berwenang untuk melindungi mereka dan mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Baca Juga  Mahasiswa Esa Unggul Sabet Juara 3 Lomba Robotik Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *