Trinityordnance.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal penumpang yang terbakar di Selat Lombok masih berlanjut hingga Kamis, 13 Agustus. Tim SAR gabungan telah memperluas area penyisiran ke arah barat daya untuk menemukan lima penumpang yang dilaporkan hilang.
Kepala Basarnas Lombok, Muhammad Hariyadi, mengungkapkan bahwa upaya ini tetap dilanjutkan karena terdapat dugaan ketidaksesuaian data manifest penumpang. Tercatat adanya selisih hingga 56 orang antara jumlah resmi dan kondisi di lapangan. “Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar sedang melakukan perluasan pencarian,” ujarnya, menambahkan bahwa KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram terlibat dalam operasi ini.
Tim juga menerapkan strategi pemapelan, di mana informasi mengenai pencarian disebarluaskan kepada kapal-kapal komersial dan nelayan yang melintas. Strategi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemantauan dan meminta bantuan dari kapal yang melintas di area tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang, dengan 211 dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Fokus utama tim saat ini adalah mencari lima orang yang masih hilang serta memvalidasi data mengenai selisih penumpang dan kru.
Tim SAR gabungan, yang melibatkan berbagai instansi termasuk Lanal Mataram dan Polda NTB, berkomitmen untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia guna memastikan seluruh korban ditemukan. Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga semua usaha tercapai.