Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Kini Mencapai 75 Jiwa

[original_title]

Trinityordnance.com – Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 75 jiwa meninggal, dengan penambahan empat korban dibandingkan sehari sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta. Korban yang bertambah meliputi dua jiwa dari Kabupaten Sikka, satu jiwa dari Kabupaten Manggarai, dan satu lagi dari Nagekeo. BNPB menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat terdampak.

Selain korban meninggal, jumlah orang yang terluka juga mengalami kenaikan hingga mencapai 907 jiwa, bertambah sembilan dari data sebelumnya yang mencatat 898 jiwa. Seluruh tambahan korban luka berasal dari Kabupaten Ngada. Berton menambahkan bahwa penanganan bagi masyarakat yang terdampak bencana ini masih berlanjut, mengingat aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

Menurut data terbaru, BNPB mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan telah tercatat, dengan salah satu gempa yang dirasakan terjadi pada pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan 5,7 magnitudo. Berton mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terkait kondisi bangunan yang terdampak sebelum mereka memutuskan untuk kembali atau memasuki rumah mereka. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.

Baca Juga  Baznas RI Dirikan MCK Darurat untuk Korban Banjir Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *