Trinityordnance.com – Penguatan kapasitas riset, sains, dan teknologi menjadi fokus utama dalam rencana pembangunan Indonesia ke depan, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy. Dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Rabu, Rachmat menekankan pentingnya pendekatan berbasis matematika dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah.
Menteri Rachmat menjelaskan bahwa penguatan BRIN diperlukan untuk mendorong potensi komparatif Indonesia menjadi keunggulan kompetitif melalui riset dan inovasi. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan administratif tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara peneliti, sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung inovasi.
Arahan lebih lanjut terkait SDGs Entrepreneurial Center disampaikan oleh Rachmat, termasuk pemfokusan pada layanan riset yang berkualitas serta dampak nyata dari hasil penelitian. Ia berharap, inisiatif ini dapat memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa.
Kepala BRIN, Arif Satria, juga menyoroti bahwa kerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Ia menyatakan bahwa implementasi inovasi dan teknologi perlu berlanjut untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang ada.
Dengan penandatanganan ini, kedua lembaga mengharapkan agar langkah awal ini menjadi fondasi bagi kebangkitan nilai tambah hasil karya dan sumber daya Indonesia, serta peningkatan investasi di sektor riset dan inovasi.