Trinityordnance.com – TNI Angkatan Udara (AU) telah mengerahkan dua pesawat Hercules dalam rangka Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya masalah kabut asap yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, menegaskan bahwa pengiriman pesawat Hercules adalah wujud komitmen TNI AU dalam mendukung penanggulangan karhutla dengan memanfaatkan transportasi udara yang cepat dan terkoordinasi. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas OMC dalam mengatasi bencana kebakaran hutan yang berdampak luas.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, menjelaskan lebih lanjut mengenai misi tersebut. Dua pesawat Hercules TNI AU mengangkut total 9,6 ton bahan OMC, yang terdiri dari 2,6 ton dry ice dan 7 ton natrium klorida (NaCl). Pengiriman dilakukan dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta menuju Lanud Sjamsudin Noor di Banjarmasin pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Pengerahan ini menjadi bagian dari upaya lebih besar pemerintah untuk mengatasi karhutla, dengan dukungan dari berbagai instansi terkait. Masyarakat berharap langkah ini dapat mengurangi kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya operasi ini, TNI AU berkomitmen untuk membantu mengatasi masalah lingkungan yang mendesak, menunjukkan peran penting instansi militer dalam penanganan bencana alam.