Antam, UBS, atau Emas Digital: Mana yang Cepat Cair?

[original_title]

Trinityordnance.com – Dalam situasi darurat, likuiditas aset menjadi sangat penting, terutama ketika permintaan dana mendesak muncul. Dengan harga emas yang mencapai Rp3,2 juta per gram di awal tahun 2026, pemilik emas kini dihadapkan pada pertanyaan: antara emas batangan Antam, UBS, atau emas digital, mana yang lebih cepat dicairkan ketika membutuhkan dana segar?

Hasil analisis terbaru menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal likuiditas. Emas digital dinyatakan unggul dalam kecepatan transaksi, sementara emas Antam menawarkan lebih banyak fasilitas untuk gadai. Emas digital dapat dicairkan kapan saja berkat platform-platform seperti Pegadaian Digital, Treasury, dan fitur di berbagai marketplace. Pengamat teknologi finansial, Kevin Haryanto, menjelaskan bahwa pengguna dapat menjual saldo emas mereka dengan sekali klik, sehingga dana dapat segera masuk ke rekening atau e-wallet dalam hitungan menit.

Namun, tidak semua transaksi emas digital sempurna. Ada risiko terkait dengan selisih harga jual-beli yang lebih lebar dan gangguan sistem. Di sisi lain, emas batangan Antam dikenal memiliki tingkat penerimaan yang hampir 100% di seluruh toko emas di Indonesia, menjadikannya pilihan yang lebih baik jika dana dibutuhkan selama jam kerja. Emas Antam memungkinkan pemiliknya untuk menggadaikan tanpa kehilangan aset, yang menjadi keuntungan tersendiri.

UBS, meski menyajikan likuiditas yang baik, masih berada sedikit di bawah Antam dalam hal harga buyback di toko emas non-afiliasi, meskipun setara di pegadaian. Jika kecepatan transaksi yang dianggap penting adalah mendapatkan dana secara langsung di luar jam kerja, emas digital menjadi pilihan pertama. Namun, bagi mereka yang lebih memilih opsi gadai tanpa kehilangan kepemilikan, emas Antam tetap menjadi pilihan utama.

Baca Juga  Pasaman Barat Sediakan Ruang Anak di Kantor untuk Keluarga Produktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *