Trinityordnance.com – Perayaan Imlek keluarga Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo, akan berlangsung dengan suasana yang berbeda tahun ini. Tradisi pembagian amplop merah atau angpao yang biasa dilakukan dalam momen tersebut tampaknya ditiadakan. Keputusan ini diambil atas permintaan Sarwendah, ibu Betrand, yang ingin fokus mengenang sosok kakek mereka, Yeyeh.
Betrand Peto mengungkapkan, “Karena emang ini itu spesial mungkin sambil kita kangen Yeyeh gitu. Kayaknya nggak bagi-bagi angpao. Kemarin di-chat sama Bunda nggak bagi-bagi angpao,” ujarnya saat berada di kawasan Senayan, Jakarta. Langkah ini diambil untuk menghormati kenangan sang kakek, yang menjadi pusat fokus keluarga pada tahun ini.
Betrand juga mengenang Imlek tahun lalu ketika ia menerima angpao dalam jumlah yang cukup besar dari ayah dan kakeknya. Uang tersebut digunakan untuk hobi uniknya, di mana ia memelihara ayam. “Tahun kemarin ditabung, terus buat beli ayam karena dulu lagi suka pelihara ayam,” tambahnya.
Perayaan Imlek kali ini diharapkan membawa nuansa reflektif bagi keluarga Betrand. Dengan ditiadakannya tradisi amplop merah, keluarga berupaya menjadikan kesempatan ini sebagai momen untuk menghormati kenangan yang mendalam dan berbagi kasih sayang antar anggota keluarga. Berbagai perubahan dan harapan dalam merayakan Imlek mencerminkan kekuatan hubungan keluarga dan penghargaan terhadap sejarah keluarga yang tak terlupakan.