Dirut Bulog: Penyaluran Beras SPHP Berlangsung Hingga 2026

[original_title]

Trinityordnance.com – Penyaluran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan dilakukan sepanjang tahun 2026, menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Indonesia. Penyaluran beras SPHP sebelumnya mengalami kendala, hanya berlangsung selama delapan bulan di tahun 2025 akibat kebijakan pemerintah yang berdampak pada ketidakstabilan distribusi.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa meskipun program beras SPHP direncanakan untuk berjalan penuh sepanjang tahun 2025, penyaluran tetap disesuaikan dengan kondisi produksi nasional. Pada awal tahun 2025, program ini telah dimulai dengan distribusi sebanyak 181 ribu ton, namun dihentikan sementara saat panen raya untuk menjaga harga gabah petani.

Setelah panen raya, penyaluran SPHP dilanjutkan kembali pada Juli, dengan target mencapai 1,3 juta ton pada Desember 2025. Sepanjang tahun 2025, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat mencapai 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.

Di tahun 2026, Bulog berupaya memastikan penyaluran SPHP konsisten sepanjang tahun agar intervensi harga dapat lebih efektif dalam mengendalikan gejolak pasar. Namun, pada puncak panen, khususnya di bulan Maret, April, dan Agustus, penyaluran beras akan dikurangi untuk menghindari penumpukan pasokan.

Untuk wilayah di luar sentra produksi pangan, penyaluran SPHP akan tetap berjalan normal guna memastikan ketersediaan beras yang terjangkau. Harga beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi, bervariasi antara Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram tergantung wilayah. Dengan target yang sama dari tahun lalu, penyaluran beras SPHP diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga  Kuwait Adakan Pameran Olahraga dan Aktivitas Luar Ruang Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *