Trinityordnance.com – Tiga juta dokumen terkait Jeffrey Epstein baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan mengungkap nama-nama pemimpin dunia, bangsawan, serta elit bisnis yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan seks tinggi. Dokumen-dokumen tersebut mencakup lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar, dan dirilis berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menjelaskan bahwa meskipun dokumen telah disunting untuk melindungi korban, sejumlah nama terungkap tanpa disamarkan, termasuk 43 nama korban, di mana lebih dari 20 di antaranya masih di bawah umur saat kejadian pelecehan terjadi. Penyebaran informasi ini dipastikan akan menimbulkan dampak besar, tidak hanya di tingkat sosial, tetapi juga politik.
Di antara tokoh yang disebutkan dalam dokumen tersebut adalah Presiden AS, Donald Trump, CEO Tesla, Elon Musk, dan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates. Email yang diperoleh menunjukkan bahwa Gates diduga terlibat dalam pertemuan yang mencurigakan di pulau milik Epstein, di mana ia dituduh tertular penyakit menular seksual—klaim yang dengan tegas dibantah oleh Gates. Selain itu, email tersebut juga menunjukkan bahwa Musk pernah diundang ke pulau tersebut, sementara Trump muncul dalam konteks hubungan sosial dan bisnis.
Trump sendiri menanggapi rilis dokumen ini dengan menyatakan bahwa informasi yang ada justru membersihkan nama baiknya, dan menyebut bahwa dokumen tersebut bertentangan dengan harapan kelompok politik tertentu. Rilis dokumen ini dapat membuka diskusi lebih luas tentang keterlibatan elit global dalam kejahatan seksual. Kejadian ini menyajikan bukti lebih lanjut mengenai kompleksitas jaringan Epstein dan dampaknya terhadap tokoh-tokoh berpengaruh di dunia.