IHSG Melemah, Pasar Pantau Komitmen Transparansi Otoritas

[original_title]

Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi mengalami penurunan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap komitmen transparansi di pasar modal. IHSG dibuka melemah 42,25 poin atau 0,53 persen di level 7.880,47, sementara Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru naik 2,89 poin atau 0,36 persen menjadi 809,13.

Analis pasar dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG dapat mengalami penurunan terbatas dengan dukungan dan resistensi di kisaran 7.790 hingga 8.270. Ia juga menekankan pentingnya perhatian investor saat ini untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Langkah-langkah yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi pasar. Penurunan ambang batas pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen, serta pengungkapan pemilik manfaat, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan mengurangi kekhawatiran mengenai kepemilikan tersembunyi, yang menjadi perhatian bagi lembaga pemeringkat seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Nico juga mencatat bahwa rencana untuk meningkatkan free float minimum menjadi 15 persen secara bertahap berpotensi memperdalam likuiditas pasar dan memperluas basis investor. Kendati demikian, perubahan ini dapat menyebabkan penyesuaian bagi beberapa emiten dalam jangka pendek.

Dengan penerapan yang konsisten dan tepat waktu, kebijakan baru ini diharapkan dapat meningkatkan persepsi MSCI terhadap Indonesia dan mendorong arus dana asing dalam jangka menengah hingga panjang, memberikan harapan bagi pemulihan pasar modal.

Baca Juga  Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Diperkirakan Gagal Efektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *