IPC TPK Siapkan Strategi Atasi Lonjakan Arus Peti Kemas Lebaran

[original_title]

Trinityordnance.com – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) telah siap memberikan layanan bongkar muat 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Persiapan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan arus peti kemas dan mendukung kebijakan pemerintah mengenai pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas logistik khususnya pada segmen domestik telah terlihat signifikan di minggu ketiga Ramadhan.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus logistik, IPC TPK melakukan langkah-langkah mitigasi. Ini termasuk optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan area penumpukan, dan kolaborasi dengan depo peti kemas di sekitar Tanjung Priok. Dalam pelaksanaannya, keamanan dan manajemen lalu lintas diperkuat dengan penempatan petugas port facility security officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Dengan mengantisipasi pembatasan angkutan barang yang akan diberlakukan pada 13 hingga 29 Maret 2026, IPC TPK mengimbau pengguna jasa untuk mempercepat pengambilan peti kemas. Tujuannya adalah menghindari potensi penumpukan setelah Lebaran. Pramestie menekankan bahwa percepatan pengiriman sebelum masa pembatasan adalah kunci untuk memastikan kelancaran rantai pasok.

IPC TPK juga aktif berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan sinkronisasi jadwal kedatangan kapal dan arus peti kemas di semua terminal. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang untuk keselamatan dan kelancaran arus mudik Lebaran. Korlantas Polri menekankan fokus pengamanan di beberapa kluster termasuk jalan tol dan pelabuhan penyeberangan, guna mendukung kebijakan ini.

Baca Juga  Trump Ekspansi Retorika Ancaman dari Amerika Latin ke Greenland

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *