Kolaborasi Pengembangan Stem Cell, PIT Rejaselindo ke-6 di Bali

[original_title]

Trinityordnance.com – Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Rejaselindo 2026 telah berlangsung di Bali, dihadiri oleh ratusan dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari dalam dan luar negeri. Forum ini berfokus pada pengembangan rekayasa jaringan, terapi sel, dan kedokteran regeneratif, menjadikannya sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan memperbarui perkembangan riset.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam terapi berbasis sel punca, di mana Ketua Panitia, Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS, Subsp. N-Onk (K) PhD, menggarisbawahi pentingnya konferensi ini dalam memperkuat ekosistem penelitian dan praktik klinis. Forum ilmiah ini memungkinkan pertukaran pengalaman dan perkembangan terbaru dalam bidang terkait.

Kolaborasi tahun ini mencakup 20th International Conference of the Asia Pacific Association of Surgical Tissue Banking (APASTB), serta 9th Annual Meeting of PERBAJI dan 13th Annual Meeting of ASPI, yang mempertemukan ahli dari berbagai negara. Pemilihan Bali sebagai lokasi dianggap strategis karena reputasinya sebagai salah satu pusat konferensi internasional di Asia Pasifik.

Konferensi ini menawarkan program ilmiah komprehensif, termasuk workshop, simposium utama, dan kompetisi ilmiah yang melibatkan presentasi oral dan poster penelitian. Peserta dari kalangan akademisi, dokter, dan praktisi kesehatan meramaikan acara ini, menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pengembangan teknologi kesehatan.

Sebagai Ketua Umum Rejaselindo, Dr. dr. Bintang Soetjahjo, Sp.OT, Subsp. PL (K), menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan teknologi berbasis terapi sel di Indonesia. Menurutnya, pendekatan pentaheliks yang melibatkan akademisi, klinisi, pemerintah, industri, dan media akan mempercepat inovasi di bidang kedokteran regeneratif.

Para penyelenggara berharap forum ini dapat memacu kemajuan penelitian dan inovasi di Indonesia, serta membuka peluang baru dalam penanganan berbagai penyakit ke depan.

Baca Juga  Harga Buah Pinang di Bengkulu Anjlok Jadi Rp7.500 per Kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *