Trinityordnance.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Menteri Abdul Mu’ti mengumumkan kehadiran 150 alumni LPDP yang beroperasi di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Kehadiran mereka bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai teman belajar yang bertujuan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
Mendikdasmen Mu’ti menjelaskan bahwa alumni tersebut merupakan generasi terbaik yang kembali ke tanah air setelah menempuh pendidikan baik di dalam maupun luar negeri. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat transformasi pembelajaran di sekolah-sekolah, khususnya yang berada di daerah terpencil.
Program ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan budaya digital di lingkungan sekolah. Para alumni yang terlibat telah melalui pelatihan intensif yang mencakup kurikulum pedagogi dan pengoprasi perangkat digital, agar dapat memberikan pengajaran yang efektif dan relevan.
Setiap alumni akan ditempatkan di satu sekolah SD untuk melakukan pendampingan selama 12 minggu, berfokus pada 150 sekolah di empat kabupaten: Merauke, Halmahera Utara, Kupang, dan Sumedang. Inisiatif ini juga memanfaatkan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) untuk memperkaya materi pembelajaran melalui video dan konten interaktif, mendukung peningkatan literasi dan numerasi siswa.
Mu’ti menekankan bahwa penyediaan perangkat tersebut harus disertai dengan pendampingan yang optimal untuk memastikan teknologi digunakan dengan efektif. Transformasi pembelajaran diharapkan dapat dijalankan secara berkelanjutan, menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan di Indonesia.