OJK Waspadai Potensi Outflow Jangka Pendek Karena Konflik AS-Iran

[original_title]

Trinityordnance.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pernyataan mengenai pemantauan intensif terhadap risiko arus dana modal keluar atau capital outflow yang muncul akibat ketegangan global, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa OJK akan terus memastikan stabilitas sektor jasa keuangan melalui kolaborasi dengan lembaga lain dalam forum KSSK.

Hasan menekankan bahwa meskipun fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap stabil, kewaspadaan diperlukan terkait potensi volatilitas yang dapat timbul akibat kondisi internasional yang kurang menentu. Ia mengungkapkan bahwa dampak geopolitik tidak hanya terfokus pada pasar saham domestik, tetapi juga memengaruhi pasar regional dan global. Indeks saham dunia menunjukkan pelemahan yang mungkin dipicu oleh ketidakpastian yang terus berlanjut.

Untuk menjaga stabilitas pasar, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyiapkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS, serta penerapan mekanisme auto rejection yang bertujuan mengendalikan penyusutan harga saham. Jika situasi kritis seperti kepanikan pasar terjadi, OJK menyiapkan langkah trading halt untuk meredakan tekanan.

Hasan juga mengingatkan investor untuk tetap rasional dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian global. Mengacu pada situasi sebelumnya, investor cenderung berpindah ke aset aman, seperti emas dan obligasi, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Pada penutupan pasar pada Selasa sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menurun 77,06 poin atau 0,96 persen, berakhir di 7.939,77.

Baca Juga  Menelusuri Keajaiban UY Scuti, Raksasa Merah Bima Sakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *