Suzuki Ambil Jalur ‘Multi-Pathway’ di Era BEV

[original_title]

Trinityordnance.com – Suzuki memilih pendekatan berbeda dalam menghadapi tren kendaraan listrik murni, atau Battery Electric Vehicle (BEV), yang semakin berkembang, terutama dari pabrikan asal China. Perusahaan asal Jepang ini menekankan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk mengikuti tren tersebut secara agresif dan lebih memilih strategi global yang dikenal dengan istilah multi-pathway.

Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT SIS, Dony Saputra, menyatakan bahwa strategi ini meliputi beberapa solusi untuk mengurangi emisi karbon secara lebih efisien. Menurut Dony, penurunan emisi tidak bisa hanya diandalkan pada satu teknologi, melainkan perlu mencakup berbagai pendekatan ramah lingkungan, termasuk kendaraan hybrid dan energi alternatif.

Dony menyampaikan bahwa penerapan setiap teknologi akan disesuaikan dengan kondisi pasar, kebutuhan konsumen, serta lingkungan di masing-masing negara. Hal ini menjelaskan mengapa Suzuki belum meluncurkan banyak model BEV di Indonesia, berbeda dengan beberapa merek lain yang lebih aktif dalam memperkenalkan teknologi kendaraan listrik murni.

Di Indonesia, Suzuki terus fokus pada teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), yang menawarkan efisiensi dan keterjangkauan. Produk-produknya termasuk Ertiga Hybrid dan Xl7 Hybrid, yang tetap berfokus pada kebutuhan konsumen lokal.

Suzuki juga merencanakan untuk memperkenalkan model BEV seperti Suzuki e-Vitara, yang merupakan mobil listrik pertama mereka dan diharapkan dapat diproduksi massal di Indonesia. Model ini sempat dipamerkan di GIIAS 2025, menggambarkan komitmen Suzuki untuk menyesuaikan inovasi teknologi dengan kesiapan ekosistem di pasar. Dony menekankan harapannya agar semua teknologi ini dapat diperkenalkan secara bertahap di Indonesia sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Kemenperin Tingkatkan Ekosistem Industri Bambu Secara Menyeluruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *