Trinityordnance.com – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa virus yang terdapat dalam usus, yang dikenal sebagai gut virome, memiliki peran penting dalam manajemen metabolisme karbohidrat serta membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Hasil penemuan ini dipublikasi dalam jurnal Cell Host & Microbe dan menantang pandangan umum yang mengaitkan virus hanya sebagai penyebab penyakit.
Tim peneliti dari Universitas Zhejiang, Tiongkok, yang dipimpin Aikun Fu, melakukan eksperimen pada tikus dengan merusak populasi virus di usus mereka menggunakan koktail antiviral. Penelitian menunjukkan bahwa setelah virus dalam usus terganggu, tikus yang mengonsumsi diet tinggi karbohidrat mengalami gangguan toleransi gula. Hal ini mengakibatkan lonjakan tajam kadar glukosa darah, kondisi yang mirip dengan diabetes.
Sebaliknya, injeksi bakteriofag kembali ke dalam usus tikus mampu meningkatkan toleransi glukosa, membuktikan bahwa keberadaan virus ini berfungsi dalam menstabilkan penyerapan nutrisi. Selain itu, virus ini juga berinteraksi dengan sistem imun, di mana partikel virus diambil oleh sel T dan merangsang pelepasan protein yang mengatur kadar glukosa dalam aliran darah.
Studi ini tidak hanya diterapkan pada hewan, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan organoid usus kecil manusia yang menunjukkan interaksi yang serupa antara virus, sistem imun, dan metabolisme karbohidrat. Para ahli berharap bahwa penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi berbasis virus untuk pasien diabetes. Meski demikian, mereka menyatakan bahwa pemahaman lebih mendalam mengenai peran gut virome pada manusia dengan berbagai kondisi kesehatan masih diperlukan sebelum menerapkan terapi tersebut secara luas.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan usus melibatkan lebih dari sekadar bakteri, tetapi juga ekosistem virus yang kompleks yang berkontribusi pada keseimbangan kesehatan tubuh secara keseluruhan.