Indonesia Tingkatkan Rantai Pasok Ekspor Rempah ke Vietnam

[original_title]

Trinityordnance.com – PT Sinar Hijau Ventures (SHV) baru saja meluncurkan ekspor perdana rempah-rempah dari Maluku ke Vietnam dengan pengiriman sekitar tujuh ton pala, fuli, dan cengkih. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat rantai pasok rempah dari Kabupaten Seram Bagian Barat, sekaligus membuka akses baru bagi petani lokal di pasar internasional.

Pengiriman ini didukung oleh kelompok petani yang tergabung dalam program Perhutanan Sosial, termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD). Peningkatan kualitas panen dan pengelolaan pascapanen yang baik dalam dua tahun terakhir menjamin bahwa rempah yang diekspor memenuhi standar internasional. Hal ini menunjukkan potensi besar produk rempah Maluku untuk menembus pasar premium di Asia.

CEO SHV, Dessi Yuliana, menekankan bahwa keberhasilan ini mencerminkan peningkatan kapasitas petani setempat. Ia menambahkan bahwa pendampingan dalam proses panen dan pascapanen berperan penting dalam peningkatan pendapatan petani dan membuka peluang perdagangan yang lebih luas.

Ojom Somantri, Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, mengungkapkan keyakinan bahwa dengan praktik panen yang baik, kualitas rempah dapat ditingkatkan tanpa merusak hutan, memungkinkan komoditas tersebut bersaing di pasar global. Sementara itu, Fence Purimahua, Kepala UPTD KPH Seram Bagian Barat, menyatakan bahwa pengiriman ini adalah hasil kerja kolektif yang terukur.

Sejak tahun 2023, SHV telah aktif mendampingi petani kecil dan kelompok perhutanan sosial melalui program pelatihan dan penyediaan peralatan guna memastikan standar kualitas produk. Inisiatif ‘Rimbawan Market’, yang merupakan kolaborasi dengan beberapa lembaga negara dan internasional, membantu memperbaiki tata niaga dan memberikan nilai lebih bagi masyarakat.

Keberhasilan ekspor ini menjadi awal yang positif bagi penguatan peran petani dalam rantai nilai rempah Maluku. SHV berkomitmen untuk memberdayakan desa melalui prinsip keberlanjutan, perlindungan hutan, dan tata kelola yang transparan, berpotensi membuka peluang kerjasama dengan investor di masa depan.

Baca Juga  Bahlil: Pemuda Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi dan Ilmu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *