Trinityordnance.com – Batam International Sea Eagle Boat Race, lomba perahu tradisional khas Pulau Belakangpadang, ditargetkan menjadi ajang bertaraf internasional oleh Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai tahun depan. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya melihat potensi besar dalam kebangkitan olahraga tradisional ini, yang terakhir kali diselenggarakan sekitar 12 tahun lalu.
Menurut Firmansyah, ajang ini bertujuan tidak hanya untuk mencari bibit atlet, tetapi juga untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang penting, didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Provinsi Kepri.
Saat ini, terdapat 30 tim yang berpartisipasi dalam lomba, termasuk dari daerah seperti Jawa Barat, Pekanbaru, Kolaka Sulawesi Tenggara, dan tim lokal dari Belakangpadang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, menambahkan bahwa beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, juga menunjukkan ketertarikan dengan hadir sebagai peninjau.
Ajang ini tidak hanya berperan dalam menghidupkan komunitas olahraga tradisional, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Belakangpadang, yang menjadi penyangga Batam. Dalam upaya menjadikan Sea Eagle Boat Race sebagai ikon baru wisata olahraga laut, Pemkot Batam berharap acara ini dapat memperkuat citra Batam di tingkat regional dan internasional.
Dengan kerjasama dan persiapan yang baik, diharapkan lomba ini dapat berkembang secara signifikan ke depannya, tidak hanya di tingkat lokal, melainkan juga menarik peserta dari luar negeri.