Trinityordnance.com – Penjualan motor Indonesia pada tahun 2025 mencapai 6.412.769 unit, menandakan pasar yang besar meski di balik angka tersebut terdapat indikasi tantangan serius. Daya beli masyarakat yang menurun, peningkatan ketergantungan pada kredit, serta penurunan signifikan dalam minat terhadap motor listrik hingga 80 persen menjadi isu utama yang membayangi industri ini.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) telah merilis laporan terkait performa pasar sepeda motor, menunjukkan bahwa pertumbuhan tahunan mencapai 1,3 persen. Meskipun angka tersebut masih menunjukkan kenaikan, situasi ekonomi yang menekan membuat pertumbuhan tersebut terlihat rapuh. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyatakan bahwa stabilitas pasar di tahun 2025 disebabkan oleh kemampuan industri dalam menyediakan sarana transportasi yang efisien dan efektif bagi masyarakat.
Sigit menjelaskan, proyeksi awal AISI menargetkan penjualan antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dan angka akhirnya justru mencapai batas bawah dari proyeksi tersebut. Dengan rata-rata penjualan bulanan di angka 535.000 unit, ini menunjukkan bahwa motor tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Akan tetapi, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi transportasi publik yang belum memadai.
Komposisi pasar menunjukkan dominasi skuter otomatis (skutik) yang menguasai 91,7% dari total permintaan motor baru, sedangkan segmen lain seperti underbone dan sport masing-masing hanya menyumbang 4,46% dan 3,51%. Dengan semakin menipisnya keragaman produk di pasar, risiko bagi industri otomotif roda dua semakin meningkat, menyoroti perlunya diversifikasi untuk mencapai kemajuan yang nyata.