Trinityordnance.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan modifikasi cuaca selama lima hari guna mengantisipasi potensi terjadinya banjir. Langkah ini diungkapkan oleh Pramono, pejabat di Pemprov DKI, yang menjelaskan bahwa modifikasi cuaca tersebut mulai dilaksanakan hari ini dan akan berlangsung hingga 17 Januari 2026.
Pramono menambahkan bahwa tindakan ini dianggap perlu untuk mengurangi durasi dan intensitas hujan di wilayah Jakarta. Ia bahkan menyatakan, jika modifikasi cuaca tidak dilakukan, kemungkinan hujan akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan yang terjadi saat ini. “Hari ini, jika tidak ada modifikasi cuaca, hujan tentu akan lebih lama,” tuturnya.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil keputusan ini, mengingat adanya peringatan terkait cuaca ekstrem di Jakarta. Dalam upaya ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang memadai untuk pelaksanaan modifikasi cuaca hingga 30 hari ke depan jika diperlukan. Pramono menganggap langkah ini lebih bijaksana dibandingkan menghadapi dampak banjir yang akan lebih parah tanpa intervensi tersebut.
Harapannya, tindakan modifikasi cuaca ini dapat membantu dalam mengelola potensi banjir di Jakarta dengan lebih efisien. Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa dampak ekstrem dari cuaca dapat diminimalisir demi keselamatan warga.