Antam Pongkor Tegaskan 700 Orang Terjebak Itu Tidak Akurat

[original_title]

Trinityordnance.com – PT Aneka Tambang Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor menegaskan bahwa informasi mengenai 700 orang yang terjebak di area pertambangannya adalah salah dan tidak benar. Pernyataan ini disampaikan oleh General Manager UBPE, Nilus Rahmat, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Rabu malam, 14 Januari, bersamaan dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Nilus Rahmat merujuk kepada berita yang beredar terkait klaim ratusan orang terjebak. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. “Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kondisi yang sebenarnya tidak seperti yang diberitakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa video yang viral di media sosial terkait situasi di tambang sebenarnya menunjukkan penanganan teknis terhadap asap yang terdeteksi pada 13 Januari, sekitar pukul 00:30 WIB. Asap tersebut berasal dari kayu penyangga yang terbakar, yang menyebabkan peningkatan kadar gas monoksida (CO) di tingkat yang berbahaya. Kadar CO di lokasi mencapai 1.200 ppm, jauh di atas ambang aman 25 ppm bagi manusia.

Nilus menambahkan bahwa penanganan situasi dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan aktivitas di area terdampak dihentikan sementara demi keselamatan. Ia menjamin bahwa seluruh karyawan dalam keadaan aman dan operasional perusahaan tetap terkendali.

Lebih lanjut, pihak Antam menegaskan bahwa tidak ada ledakan atau kebocoran gas berbahaya, serta tidak ada karyawan yang terjebak. “Kami berharap masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” tutup Nilus.

Baca Juga  Dirut Pertamina Kunjungi Purbaya Bahas Insentif Merger Anak Usaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *