Indonesia Pimpin Harga Nikel Global dan Pengaruhnya

[original_title]

Trinityordnance.com – Indonesia telah menunjukkan perannya sebagai pengendali harga nikel dunia di awal tahun 2026. Dalam waktu kurang dari sebulan, harga nikel di pasar global mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange (LME) pada 19 Januari 2026, harga nikel yang semula jatuh ke angka 14.125 dolar AS per ton pada 16 Desember 2025, kini telah melonjak hingga mencapai 18.000 dolar AS per ton. Puncaknya terjadi pada 7 Januari, ketika harga menembus 18.450 dolar AS per ton.

Lonjakan harga ini tidak terlepas dari strategi pemangkasan produksi nikel yang dilakukan pemerintah. Melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) mineral dan batu bara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengurangi produksi nikel nasional dari 379 juta ton di RKAB 2025 menjadi sekitar 250-260 juta ton untuk tahun 2026. Selain itu, kebijakan baru menetapkan RKAB berlaku secara tahunan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, menjelaskan bahwa pemangkasan ini diperlukan untuk mengendalikan produksi nikel domestik. Indonesia, yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari 60 persen dari total produksi global, memiliki cadangan nikel yang mencapai 42 persen dari cadangan dunia.

Namun, langkah ini memiliki konsekuensi bagi ekosistem hilirisasi nikel dalam negeri. Perusahaan seperti PT Vale Indonesia Tbk. mengalami dampak langsung dari perubahan kebijakan ini. Meskipun demikian, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global dan menjamin keberlanjutan sumber daya nikel di masa depan.

Baca Juga  Hujan Diperkirakan Di Jakarta Siang Hingga Malam Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *