PLN EPI Kembangkan Gasifikasi Biomassa untuk Wilayah Terpencil

[original_title]

Trinityordnance.com – Potensi biomassa nasional Indonesia mencapai sekitar 80 juta ton, namun saat ini hanya sekitar 20 juta ton yang sudah dimanfaatkan. Hal tersebut memberikan peluang besar untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Untuk menanggapi hal ini, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi dalam percepatan program dedieselisasi, terutama di daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyatakan bahwa pemanfaatan biomassa tidak hanya sekadar alternatif, tetapi penting dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) secara menyeluruh. Salah satu langkah konkret dalam pengembangan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman antara PLN EPI dan PT Karimun Power Plant (KPP) untuk menjajaki bisnis syngas gasifikasi berbasis biomassa. Kesepakatan ini bertujuan mendukung transisi energi menuju target net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

Hokkop mengungkapkan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya difokuskan pada co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), tetapi juga menciptakan jalur baru melalui syngas yang lebih fleksibel untuk digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan sistem isolated. Ia menekankan pentingnya diversifikasi pemanfaatan untuk mengatasi tantangan desain PLTU dan infrastruktur.

Sebagai langkah awal, PLN EPI dan KPP akan mengembangkan proyek percontohan di Karimun, Kepulauan Riau, dengan kapasitas biomass sebesar 1 megawatt (MW) yang berpotensi ditingkatkan menjadi 2-5 MW. KPP, dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pembangkit diesel, mengakui tantangan dalam transisi ini, terutama dalam hal kepastian harga dan pasokan bahan baku. Proyek ini juga berpotensi menghasilkan produk turunan seperti biochar, memanfaatkan sumber daya lokal dan mendorong reproduksi model di sekitar 200 lokasi PLTD di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Piala Presiden 2026 Memperkenalkan Format Kompetisi Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *