Trinityordnance.com – Aset beku Iran menjadi isu sentral yang dapat memberikan dampak signifikan bagi kebangkitan ekonomi negara tersebut. Wolfgang Pusztai, seorang analis kebijakan keamanan, menegaskan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pencairan aset senilai USD 24 miliar sangat penting untuk stabilitas ekonomi Teheran. Pusztai menggarisbawahi bahwa pencairan dana ini akan berfungsi bagaikan “oksigen” bagi perekonomian Iran yang saat ini terpuruk.
Menurut Pusztai, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, Iran perlu dana tersebut agar dapat menstabilkan nilai mata uang dan memperbaiki infrastruktur yang memerlukan investasi besar. Namun, ia juga menyoroti perpecahan internal di Iran terkait penerimaan kesepakatan ini, mencatat adanya gelombang protes di Teheran.
Lebih lanjut, Pusztai menyebut adanya pergeseran di kepemimpinan Iran yang kini kurang terpusat dibanding sebelumnya. Beberapa pihak di dalam negeri bahkan menunjukkan penolakan terhadap beberapa poin dalam kesepakatan, termasuk pembukaan Selat Hormuz tanpa syarat. Penundaan dalam proses negosiasi ini diindikasikan disebabkan oleh ketidakpastian dukungan dari tingkat tinggi di pemerintahan Iran.
Kantor berita Mehr merilis draf kesepakatan yang memperlihatkan rencana pengeluaran dana beku dalam jangka waktu 60 hari. Dari total USD 24 miliar, diperkirakan setengah dari jumlah tersebut akan segera dikucurkan sebelum negosiasi dimulai. Draf tersebut juga mencakup komitmen untuk mengakhiri permusuhan di berbagai sektor, termasuk di Lebanon, serta pembahasan mengenai program nuklir.
Melihat kondisi ini, penting bagi Iran untuk menavigasi tantangan tersebut agar dapat memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi yang ada.