Kesepakatan Iran Menjadi Kegagalan untuk Trump dan Amerika

[original_title]

Trinityordnance.com – Anggota Kongres Amerika Serikat Seth Moulton menilai bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran merupakan bentuk kekalahan bagi Presiden Donald Trump dan negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat kedua negara mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang di berbagai front, termasuk di Lebanon, serta menyetujui pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Dalam kesepakatan tersebut, Iran juga akan membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya.

Moulton, yang tergolong dalam Partai Demokrat dan merupakan anggota Komite Layanan Bersenjata di Kongres, menilai bahwa kerangka kerja kesepakatan itu merupakan kerugian besar bagi AS. Ia menyebutnya sebagai dokumen penyerahan yang menghancurkan posisi negosiasi AS di hadapan Iran. Moulton menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai “kesepakatan yang mengerikan.”

Kesepakatan ini direncanakan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada hari Jumat mendatang. Moulton menekankan bahwa Iran belum akan melaksanakan poin-poin di dalam kesepakatan hingga tanda tangan resmi diperoleh. Komentar ini mencuat di tengah ketegangan diplomatik yang berkelanjutan antara kedua negara, yang telah berlangsung untuk waktu yang lama.

Pemerintahan Trump sebelumnya mengalami kritik atas pendekatan kerasnya terhadap Iran. Dengan tercapainya kesepakatan ini, sejumlah analis memproyeksikan bahwa dinamika hubungan internasional di Timur Tengah dapat berubah, meskipun masih terdapat skeptisisme terhadap komitmen Iran dalam menjalankan kesepakatan tersebut.

Baca Juga  Partai Gema Bangsa Resmi Merambah Papua Barat Jelang Pemilu 2029

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *