Trinityordnance.com – Presiden Prabowo Subianto dihadapkan pada tantangan untuk mengakhiri politik akomodasi menjelang dua tahun pemerintahannya. Hal ini disampaikan oleh analis kebijakan publik, M Said Didu, dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube. Menurutnya, sebelum tanggal 17 Agustus 2026, saat memasuki titik balik penting, kepercayaan masyarakat kepada Prabowo bisa kembali pulih jika langkah yang tepat diambil.
Said Didu menilai bahwa waktu untuk politik akomodasi telah berlalu. “Dua tahun sudah cukup. Kini saatnya bagi Presiden untuk fokus pada keberhasilannya, bukan lagi bersikap akomodatif,” ujarnya. Dalam pandangannya, pencapaian kepercayaan publik tidak hanya bergantung pada perbaikan hubungan politik, tetapi juga pada keputusan yang kuat dan tegas terkait kebijakan pemerintahan.
Said juga menggarisbawahi pentingnya Prabowo untuk menegaskan bahwa kabinet yang saat ini dibawa adalah bentuk kepemimpinan yang mandiri dan bukan sekadar lanjutan dari pemerintahan sebelumnya. “Agustus harus menjadi momen bagi Prabowo untuk menegaskan identitas kabinetnya sendiri,” tambahnya.
Melihat konteks politik saat ini, transisi menuju fase baru kepemimpinan ini dianggap krusial untuk memperkuat legitimasi Prabowo di mata publik. Dengan pemseberian langkah-langkah yang lebih berani dan kurang akomodatif, diharapkan kepercayaan masyarakat akan kembali pulih sebelum batas waktu yang ditentukan. Hal ini menjadi perhatian penting di tengah dinamika politik yang terus berubah menjelang pemilu mendatang.