Trinityordnance.com – Peralihan dari mobil berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi tren signifikan di Chongqing, China. Wang, seorang komuter harian, mengungkapkan bagaimana perubahan ini telah mengurangi biaya bahan bakarnya dari lebih dari 1.200 yuan per bulan menjadi di bawah 200 yuan. Ini menyiratkan penghematan tahunan sekitar 12.000 yuan, mencerminkan tren yang lebih luas di pasar otomotif China.
Menurut laporan dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (CAAM), pada Mei, kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) mencatatkan pangsa pasar 56,9 persen dari total penjualan mobil baru. Penjualan NEV tercatat hampir 1,5 juta unit dalam sebulan, menunjukkan pertumbuhan yang melebihi ekspektasi global. Chen Shihua, Wakil Sekretaris Jenderal CAAM, menyatakan bahwa penurunan biaya, kemajuan teknologi, dan perubahan preferensi konsumen menjadi faktor pendorong utama.
Bukan hanya soal penghematan biaya, apa yang menarik bagi konsumen kini adalah inovasi teknologi dalam NEV. Fungsi berbasis perangkat lunak dengan kecerdasan buatan semakin banyak diaplikasikan, menjadikan pengalaman berkendara lebih intuitif. Mobil kini dilengkapi dengan sensor dan pengenalan wajah yang dapat menyesuaikan suasana kabin sesuai mood pengemudi.
Kemajuan infrastruktur pengisian daya juga mendukung pertumbuhan NEV. Hingga April, hampir 22 juta fasilitas pengisian daya telah dibangun di seluruh China, memudahkan pengisian seperti halnya mobil berbahan bakar bensin. Insentif pemerintah, seperti subsidi, semakin memperkuat dorongan ini.
Dengan harga minyak global yang tinggi dan populasi konsumen muda yang melek teknologi, transisi ke NEV dinilai dapat mempercepat pergeseran menuju mobilitas hijau, yang diharapkan mendorong pembangunan berkelanjutan di level global.