Dukungan Keamanan Mendorong Anak Melapor Kekerasan

[original_title]

Trinityordnance.com – Psikolog klinis anak dan remaja, Ocha Ananda Suherik, M.Psi., mengungkapkan pentingnya hubungan yang aman dan hangat antara anak dan orang dewasa dalam mencegah serta menangani kekerasan. Dalam konteks psikologi perkembangan, konsep “secure attachment” menjadi kunci, di mana anak merasa didengar dan dipercaya, sehingga lebih cenderung mengungkapkan pengalaman mereka.

Menurut Ocha, ketika anak mengalami kekerasan atau perundungan, langkah pertama yang perlu diambil adalah mencari dukungan dari orang dewasa yang mereka percayai, seperti orang tua, guru, atau psikolog. Setelah mendapatkan dukungan tersebut, orang dewasa dapat membantu untuk melanjutkan kasus ke pihak berwenang, termasuk UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak dan lembaga hukum jika diperlukan.

Ocha juga menekankan bahwa beragam faktor psikologis dapat menyulitkan anak untuk mengungkapkan pengalaman mereka. Banyak yang beranggapan jika seorang anak tidak segera berbicara, mereka menyimpan sesuatu. Namun, proses komunikasi dapat dipengaruhi oleh bagaimana anak memahami dan mengolah pengalaman traumatis yang dihadapi.

Dalam banyak kasus, ketika anak terancam atau mengalami kekerasan, mereka mungkin menunjukkan reaksi yang berbeda. Ocha menjelaskan bahwa dalam situasi kritis, otak anak memicu mekanisme bertahan hidup, yang dapat membuat mereka tampak pasif atau tidak bereaksi meski sebenarnya merasakan ketakutan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dalam memperingati Hari Anak Nasional 2026. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak dan pentingnya perlindungan dari kekerasan, menandaskan bahwa tanggung jawab melindungi anak adalah kewajiban kolektif, bukan hanya keluarga atau pemerintah semata.

Baca Juga  Andi Gani Serahkan Ambulans untuk Dukung Aksi Sosial Uku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *