Trinityordnance.com – Integrasi strategis antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) diharapkan dapat memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Rustam Efendi, saat memberikan penjelasan di Jakarta, Sabtu.
Kemenko IPK berfokus pada koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, yang termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Integrasi ini bertujuan untuk menyelaraskan proyeksi kebutuhan layanan kereta api yang sesuai dengan kapasitas industri manufaktur nasional. Rustam menegaskan bahwa integrasi ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas perkeretaapian Indonesia.
Senior Vice President Business Performance & Asset Optimization Cluster Logistic Danantara Asset Management, Desty Arlaini, menekankan pentingnya kesamaan visi di antara pimpinan kedua perusahaan guna mendorong kelancaran proses integrasi. Ia menyebutkan, aspek kepemimpinan, kepercayaan, dan budaya kerja sangat menentukan kesuksesan integrasi ini.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa dengan adanya integrasi ini, peluang untuk pengembangan industri manufaktur kereta api di Indonesia semakin terbuka lebar, terutama dalam memenuhi kebutuhan jangka panjang. Saat ini, kebutuhan kereta rel listrik (KRL) hingga 2040 diproyeksikan mencapai 156 rangkaian.
Bambang Jatmika, Direktur Utama PT INKA, menambahkan bahwa integrasi ini merupakan tonggak penting yang telah lama dibahas. Kolaborasi yang lebih erat antara KAI dan INKA diharapkan dapat menyinkronkan proyeksi kebutuhan, perencanaan produksi, serta meningkatkan kualitas produk. Integrasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas industri nasional, tetapi juga meningkatkan pelayanan kereta api di seluruh wilayah Indonesia.