Trinityordnance.com – Polda Metro Jaya mengungkap temuan signifikan berupa senjata api di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari total 996 pucuk senjata yang ditemukan, hanya satu yang teridentifikasi sebagai senapan tempur, yakni jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA, sedangkan sisanya merupakan senapan angin.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa senjata api tersebut dikaitkan dengan seorang pria bernama DS, yang sudah meninggal dunia pada 2020. “Kami mendalami bahwa senjata ini adalah milik DS, sehingga kami mengamankannya untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Budi dalam konferensi pers, Jumat (7/8).
Dari 995 pucuk senapan angin yang ditemukan, rinciannya mencakup empat pucuk kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin, serta 776 pucuk revolver angin. Namun, status kepemilikan untuk senapan angin tersebut belum diungkap oleh pihak kepolisian. Budi menambahkan, semua senjata kini diamankan di gudang Subdit Wasendak Dit Intelkam Polda Metro Jaya untuk investigasi lebih lanjut.
Penyelidikan terkait temuan ini dimulai setelah pihak yayasan sekolah melaporkan adanya dokumen mencurigakan, termasuk VCD porno dan barang bukti narkoba. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menekankan bahwa pihak kepolisian terus menggali informasi dari yayasan terkait dokumen tersebut. “Penyelidikan masih berjalan, dan kami akan terus mendalami semua dokumen yang ditemukan,” tukas Joko.
Dengan adanya penemuan ini, Polda Metro Jaya menunjukkan komitmennya untuk menelusuri alur kepemilikan senjata serta mengungkap kebenaran di balik kasus ini.