Kemendag: Kenaikan HPE Emas Didorong Permintaan yang Meningkat

[original_title]

Trinityordnance.com – Kenaikan harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) emas pada periode pertama September 2026 diungkapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai akibat meningkatnya permintaan logam mulia di pasar global, sementara pasokannya masih terbatas. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya meningkatnya permintaan emas dan kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

Tommy menyoroti bahwa depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta penurunan imbal hasil obligasi di pasar internasional turut berkontribusi pada fenomena ini. Selain itu, spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral di seluruh dunia memberikan dorongan positif bagi harga emas. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, investor cenderung beralih ke emas sebagai aset aman atau “safe haven.”

Kemendag mencatat, HPE emas untuk periode ini ditetapkan sebesar 142.154,10 dolar AS per kilogram, mengalami kenaikan 7,87 persen dari periode sebelumnya yang tercatat pada 131.777,67 dolar AS per kilogram. Sementara itu, HR emas juga naik menjadi 4.421,49 dolar AS per troy ounce, dari sebelumnya 4.098,75 dolar AS per troy ounce.

Keputusan mengenai HPE dan HR emas ini tertuang dalam Kepmendag Nomor 1776 Tahun 2026, yang berlaku untuk periode 1 hingga 14 September 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada data dan masukan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta melibatkan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian, guna memastikan keputusan yang diambil mempertimbangkan informasi yang akurat dan relevan.

Baca Juga  Mendag Yakin Ekspor 2026 Akan Terus Meningkat dan Berkembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *