Trinityordnance.com – Ekspor produk perikanan Indonesia pada paruh pertama tahun 2026 mencapai 566,25 ribu ton dengan nilai sekitar 3 miliar dolar AS, berdasarkan informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Angka ini diperkirakan setara dengan Rp52,6 triliun, mencerminkan kekuatan sektor perikanan nasional di pasar internasional.
Ishartini, Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, menyebutkan bahwa ekspor tersebut didorong oleh berbagai produk unggulan seperti udang vanname, rumput laut, tuna, dan sarden. Produk perikanan Indonesia kini telah dipasarkan ke 152 negara di berbagai kawasan, termasuk Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia.
Perluasan pasar ekspor, menurut Ishartini, didukung oleh penerapan sertifikasi mutu mulai dari hulu hingga hilir, dengan standar internasional guna menjamin kualitas dan keamanan produk. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 1.162 perusahaan perikanan telah memenuhi sertifikasi mutu dari KKP untuk melakukan ekspor, terdiri dari 900 unit pengolah ikan.
Ishartini juga menekankan dampak positif dari kinerja ekspor terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja. Di Sulawesi Selatan, misalnya, unit pelaksana teknis KKP telah membantu 144 unit pengolahan ikan lokal untuk melakukan ekspor ke 46 negara dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8.389 orang.
KKP menyediakan layanan sertifikasi mutu gratis, dengan pendaftaran yang dapat dilakukan secara daring. Dengan 46 unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia, KKP siap memberikan dukungan quality assurance (QA) sepanjang rantai produksi, memperkuat kesiapan perusahaan dalam melaksanakan ekspor.