PT Garam Tingkatkan Produksi Melalui Ekstensifikasi Baru

[original_title]

Trinityordnance.com – PT Garam (Persero) terus berupaya meningkatkan produksi garam nasional melalui program ekstensifikasi guna mencapai swasembada garam. Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, menjelaskan bahwa sejak tahun lalu, perusahaan memanfaatkan lahan yang tidak optimal untuk pengembangan ladang garam. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin menghentikan impor garam di Indonesia.

Abraham juga mengutip Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Peraturan tersebut mencakup empat poin penting, yaitu target swasembada garam, penghentian impor, pemberdayaan petambak garam, serta pemanfaatan teknologi dalam produksi. Upaya ekstensifikasi yang tengah dilakukan bertujuan untuk memenuhi dua poin utama dalam peraturan tersebut, yaitu mencapai kemandirian dan menghentikan impor.

Selain melakukan ekstensifikasi, PT Garam juga meningkatkan jumlah kolam air tuah dan memperbaiki aliran masuk garam ke penampungan. Abraham menambahkan bahwa mereka juga sedang membangun industri garam di berbagai provinsi untuk mendukung masyarakat penghasil garam.

Abraham Mose mengungkapkan optimisme mengenai target produksi garam 2026 di Pulau Madura, yang direncanakan meningkat menjadi 400 ribu ton dari sebelumnya 350 ribu ton. Ia percaya bahwa kondisi cuaca yang mendukung, ditambah dengan upaya sistemik untuk meningkatkan produksi, akan membantu mencapai target tersebut.

Dengan langkah-langkah ini, PT Garam percaya dapat meningkatkan kemandirian produksi garam, mengurangi ketergantungan pada impor, serta memberdayakan komunitas petambak garam di Indonesia.

Baca Juga  OJK Optimis IHSG Meningkat Terus Hingga Akhir Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *