ESDM Pertimbangkan Penambahan Kuota BBM Bersubsidi

[original_title]

Trinityordnance.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertimbangkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini ditujukan untuk menanggapi peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya terhadap pertalite dan biosolar, setelah adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa penghitungan untuk solar subsidi akan terus dilakukan dan ada kemungkinan penambahan kuota.

Laode mengungkapkan, lonjakan permintaan tersebut juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi tertentu, seperti dangkalnya sungai-sungai di beberapa daerah, yang berdampak pada distribusi BBM. Sebagai akibat, pengiriman yang biasanya dilakukan lewat sungai beralih ke jalur darat dengan truk tangki, menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama di SPBU.

Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi terlihat jelas setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis pertamax pada Juni 2026. Menurut data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), konsumsi pertalite meningkat sebanyak 12,92 persen pada Juli 2026, mencapai rata-rata 85.589 kiloliter per hari. Sebelumnya, konsumsi rata-rata hanya 75.795 kiloliter sebelum adanya kenaikan harga pertamax.

Meski terjadi penumpukan antrean di SPBU, Laode menegaskan bahwa ketersediaan barang tetap ada, dan pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panik. Sementara itu, pada bulan Agustus, terpantau penurunan konsumsi pertalite dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan fluktuasi dalam pola konsumsi masyarakat.

Baca Juga  Pelantikan Pejabat DKI dan Penanganan Limbah Kerang Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *