Tangerang Alami Kekeringan, 311 Hektare Sawah Terancam Puso

[original_title]

Trinityordnance.com – Kabupaten Tangerang, Banten, menghadapi ancaman gagal panen atau puso pada sekitar 311,75 hektare lahan pertanian sawah akibat kemarau panjang yang melanda pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, pada Selasa (9 September 2026).

Ujang menjelaskan bahwa kondisi lahan yang terancam mengalami gagal panen ini berpotensi meluas seiring berlanjutnya musim kemarau. Menurut prakiraan cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak kemarau diramalkan akan bertambah.

Lahan yang terancam tersebar di 17 kecamatan, di antaranya Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, dan Kemiri. Ujang menyatakan, sebanyak 27 desa telah teridentifikasi sebagai wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

Sebagai upaya mitigasi, pemerintah setempat telah menyiapkan beberapa langkah untuk membantu para petani yang terdampak. “Pemkab Tangerang bekerja sama dengan Pemprov Banten untuk menyediakan benih pengganti bagi lahan yang mengalami gagal panen,” ungkap Ujang.

Kondisi ini menunjukkan keseriusan Pemkab Tangerang dalam menanggulangi masalah pertanian yang dihadapi daerah tersebut. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan para petani dapat pulih dari dampak kemarau dan tetap produktif meski menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem.

Baca Juga  IHSG Selasa Awali Hari dengan Penguatan 69,30 Poin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *