Mentan Nyatakan Temuan Oplos Beras SPHP Bukti Mafia Pangan

[original_title]

Trinityordnance.com – Pengungkapan dugaan praktik pengoplosan beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium kembali menjadi perhatian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan momen ini sebagai langkah penting dalam memberantas mafia pangan di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki peluang besar untuk menanggulangi mafia tersebut, mengingat kondisi produksi beras nasional yang semakin kuat dan pasokan yang memadai.

Dalam inspeksi mendadak di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jakarta Timur, pada Rabu, Amran menunjukkan beras yang diduga hasil pengoplosan. Ia menilai tindakan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan beras bersubsidi untuk keuntungan pribadi harus dihentikan, karena dapat merugikan negara dan masyarakat umum. Amran menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan praktik-praktik ilegal ini terus berlanjut.

Mentan mengapresiasi langkah cepat Polri, terutama Polres Jakarta Timur dan jajaran Intelijen Keamanan, dalam menangani kasus ini. Ia berharap penyelidikan tidak hanya berakhir pada temuan di lokasi tertentu, tetapi juga mampu mengungkap jaringan mafia pangan yang lebih luas. “Kami mewakili 115 juta petani padi di Indonesia berterima kasih atas kerja nyata yang dilakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Amran menyatakan bahwa pengawasan harus ditingkatkan untuk menjaga ketahanan pangan yang merupakan kebutuhan strategis masyarakat. Inspeksi juga dilakukan ke Pasar Induk Beras Cipinang, di mana Amran menduga ada praktik pengoplosan yang lebih besar dan teratur. Dengan langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan berkualitas dengan harga yang wajar dan subsidi yang tepat sasaran.

Baca Juga  OJK Optimis IHSG Meningkat Terus Hingga Akhir Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *