Amran Tegaskan Tak Ada Kompromi, Segel Distributor Nakal

[original_title]

Trinityordnance.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap distributor pangan yang nakal dalam menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Pernyataan ini disampaikan usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta pada Rabu.

Amran menekankan pentingnya harga pangan tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mengungkapkan bahwa kenaikan harga meski sedikit pun tidak dapat ditoleransi. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), daging ayam, minyak goreng, dan daging sapi adalah komoditas utama penyebab inflasi saat ini. Sementara itu, harga cabai mengalami penurunan yang perlu dijaga agar tidak merugikan petani.

Amran juga menginformasikan bahwa pemerintah telah menerbitkan rekomendasi impor 600.000 ekor sapi dan 280.000 ton daging untuk mengatasi pasokan daging sapi yang dinilai tidak memadai. Ia menyoroti temuan survei lapangan yang mencatat lonjakan harga daging sapi di tingkat distributor yang mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram, khususnya di Bandung, Jawa Barat.

Untuk menindaklanjuti isu ini, Amran meminta kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penyelewengan harga, termasuk penyegelan usaha. Dia menekankan komitmen pemerintah untuk melakukan intervensi melalui program operasi pasar dan distribusi pangan yang terencana demi melindungi masyarakat.

Dinas terkait juga diharapkan untuk menindak tegas para distributor yang meningkatkan harga melebihi ketentuan, dengan HET daging ayam yang ditetapkan pemerintah berada pada Rp40.000 per kilogram. Amran menambahkan bahwa langkah-langkah pencegahan dan penindakan hukum akan diambil terhadap pelanggaran hukum terkait harga pangan.

Baca Juga  Mendag: Kerja Sama CEPA dengan Kanada dan UE Tingkatkan Perdagangan Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *