Trinityordnance.com – Serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel diklaim menargetkan fasilitas militer di Iran. Namun, serangan tersebut telah menewaskan 85 siswi di sebuah sekolah dasar di Minab, provinsi Hormozgan. Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa selain jumlah tewas, ada juga 95 anak yang mengalami luka-luka.
Rekaman yang beredar menunjukkan kondisi mengerikan di lokasi kejadian, dengan tubuh anak-anak yang termutilasi berada di antara reruntuhan gedung sekolah. Kejadian tragis ini telah memicu kecaman luas dari pejabat Iran, yang menggambarkan serangan itu sebagai tindakan kejam terhadap anak-anak yang tidak bersalah dan merupakan eskalasi konflik dengan bangsa Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan pernyataan mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan biadab.” Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa tragedi ini akan dikenang sebagai bagian dari sejarah kejahatan terhadap rakyat Iran. Dia juga menekankan perlunya perhatian medis segera bagi para korban yang selamat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa serangan semacam ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Araghchi membagikan gambar-gambar lokasi yang hancur dan menegaskan bahwa pengeboman tersebut terjadi di tempat yang dipenuhi anak-anak perempuan.
Insiden ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan tersebut, serta memicu respon internasional terkait dengan tindakan militer yang menargetkan fasilitas sipil. Dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk anak-anak, banyak yang mempertanyakan keabsahan aksi militer tersebut.