Defisit Dagang AS Capai Puncak Baru, Kebijakan Tarif Gagal

[original_title]

Trinityordnance.com – Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) meningkat tajam sebesar 13,7% pada Agustus 2026, mencapai USD 105,6 miliar, yang merupakan rekor tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Peningkatan ini terjadi meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump telah memberlakukan tarif untuk menekan impor, menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum efektif mengurangi ketergantungan AS terhadap barang impor dan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2026.

Menurut data dari Departemen Perdagangan AS, penyebab utama lonjakan defisit bulanan ini adalah meningkatnya impor barang seperti minyak bumi, emas, dan komponen yang digunakan dalam kecerdasan buatan. Nilai impor pada Agustus tercatat mencapai USD 420,8 miliar, meningkat 4,3% dibandingkan bulan Juli, sementara ekspor hanya tumbuh 1,4% menjadi USD 315,2 miliar. Kepala Ekonom FWDBONDS, Christopher Rupkey, menyatakan bahwa tingginya biaya tenaga kerja di AS membuat produksi dalam negeri sulit bersaing, dan pembangunan kapasitas manufaktur baru memerlukan waktu yang lama.

Pemerintahan Trump menjadikan defisit perdagangan sebagai salah satu indikator kelemahan dalam sektor manufaktur dan berusaha menekan defisit ini melalui pengenaan tarif pada berbagai produk impor, termasuk mainan, baja, dan suku cadang kendaraan. Rencana penerapan tarif baru yang mencakup lebih dari 40 negara juga sedang dipertimbangkan.

Sejak Trump mulai menjabat lagi, rata-rata defisit perdagangan bulanan AS berada di angka USD 74,5 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata USD 73,8 miliar pada tahun terakhir pemerintahan Joe Biden. Namun, perubahan kebijakan tarif yang signifikan telah menyebabkan fluktuasi tajam pada defisit perdagangan selama periode ini.

Baca Juga  Jelang Nyepi, Ribuan Orang Siap Meriahkan Tawur Agung di Prambanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *