Trinityordnance.com – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri di Sulawesi Tengah semakin krusial dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja, terutama dalam aspek teknologi, keberlanjutan, dan pengelolaan lingkungan menuju Net Zero Emission (NZE). Hal ini disampaikan oleh Dwi Fitri Lestari, Environment Analyst dari PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), dalam program “DSLNG Goes to Campus” yang diadakan di Universitas Tadulako (Untad), Palu.
Acara yang berlangsung pada Rabu tersebut menekankan pentingnya integrasi antara inovasi teknologi dan prinsip keberlanjutan dalam operasional industri. Dwi menyatakan bahwa industri kini tidak sekadar terbatas pada pemenuhan regulasi, tetapi juga harus proaktif dalam meningkatkan kinerja lingkungan dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Menurutnya, pemahaman mahasiswa tentang teknologi dan keberlanjutan sangat relevan, terutama bagi mereka yang ingin berkarir di bidang teknik. Dwi menjelaskan bahwa teknologi yang diterapkan di fasilitas pengolahan LNG dapat mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi serta sumber daya. Inisiatif menuju NZE memerlukan pendekatan holistik, termasuk pelatihan sumber daya manusia dan pengelolaan emisi yang efektif.
Sriyati Ramadhani, Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad, juga mengapresiasi program ini. Ia menekankan bahwa interaksi langsung antara mahasiswa dan praktisi industri memberi mereka wawasan tentang aplikasi nyata dari ilmu yang dipelajari. Kegiatan tersebut diisi dengan diskusi interaktif, di mana mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan mengenai tantangan penerapan teknologi dan strategi industri untuk mencapai keberlanjutan.
Melalui program ini, DSLNG berkomitmen untuk menjalin kerjasama dengan kalangan akademik sebagai upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, khususnya generasi muda yang nantinya akan menjadi pionir di industri.