Trinityordnance.com – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengalami kekalahan di babak 16 besar Orleans Masters 2026, di mana ia bertanding melawan unggulan pertama dari Taiwan, Chou Tien Chen. Pertandingan yang berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis, pada hari Kamis (21/01/2026) itu berakhir dengan skor 14-21, 10-21.
Ginting mengungkapkan bahwa Chou menunjukan pengendalian permainan yang sangat baik sepanjang pertandingan, sehingga dirinya kesulitan untuk keluar dari tekanan. “Memang masuk ke pola permainan dia semua,” ujar Ginting dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pada Jumat.
Meski telah berusaha menerapkan berbagai strategi untuk melawan Chou, Ginting mengakui bahwa ia kurang cerdik dalam menyusun dan melaksanakan strategi yang tepat. Menurutnya, performa Chou yang lebih baik menjadi salah satu faktor kekalahannya.
Lebih lanjut, Ginting menyoroti konsistensi Chou di level tertinggi meski usianya telah mencapai 36 tahun. Hal ini memberikan pelajaran berharga bagi Ginting tentang pentingnya menjaga kondisi fisik untuk bisa bersaing dalam arena bulutangkis internasional. “Chou, dengan usianya sekarang, masih ada di level atas, menjadi pelajaran juga buat saya bagaimana cara dia jaga badannya,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa menjaga kondisi fisik menjadi faktor krusial agar seorang pemain dapat fokus dalam strategi di lapangan. Ginting mengakui perlunya meningkatkan kesadaran akan kondisi tubuhnya dan menerapkannya dalam persiapannya mendatang. Dengan demikian, Ginting berharap dapat memperbaiki performanya dan kembali lebih kuat di kompetisi selanjutnya.