Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis sore, tertekan oleh koreksi bursa global yang dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi. IHSG tercatat melemah 42,84 poin atau 0,53 persen menjadi 8.103,88, sedangkan indeks LQ45 turun 3,43 poin atau 0,41 persen menjadi 829,35.
Ekonom keuangan, Hans Kwee, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang tercatat di atas 5 persen, seharusnya positif bagi pasar. Namun, faktor eksternal mendominasi pergerakan di bursa saat ini. “Pasar terpengaruh global yang melakukan koreksi. Sentimen domestik dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) relatif kembali stabil,” ujarnya.
Ketidakpastian pasar global memicu aksi jual di sektor teknologi, yang membuat IHSG tertekan. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengungkapkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025, melampaui ekspektasi pasar. Namun, pertumbuhan tahunan 2025 berada di angka 5,11 persen, sedikit di bawah target pemerintah.
Pada hari yang sama, bursa saham regional juga memberikan hasil bervariasi. Indeks Nikkei mengalami penurunan 0,88 persen, sedangkan indeks Hang Seng dan Straits Times masing-masing mencatatkan penguatan. Di domestik, dua sektor menguat, termasuk barang konsumsi primer dan sektor keuangan, tetapi sembilan sektor lainnya mengalami penurunan, dengan industri yang paling terdampak.
Frekuensi perdagangan IHSG mencapai 2.549.194 transaksi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp20,06 triliun. Dari 299 saham yang naik, terdapat 349 saham yang melemah, menunjukkan dinamika pasar yang tetap berfluktuasi di tengah ketidakpastian global.