Trinityordnance.com – Israel melancarkan serangan terhadap pejuang Hamas di Rafah, Jalur Gaza, pada Minggu, mengakibatkan tewasnya empat militan Palestina. Aksi ini dilakukan saat militer Israel terus mengejar pejuang yang bersembunyi di terowongan di selatan Gaza, yang kini di bawah kendali angkatan bersenjata Israel.
Menurut pernyataan resmi dari Pasukan Pertahanan Israel, keempat pejuang yang menjadi target serangan tersebut baru saja muncul dari infrastruktur bawah tanah. Serangan ini dilakukan di bawah perintah Angkatan Udara Israel, dan menunjukkan komitmen militer untuk mengatasi potensi ancaman yang berasal dari wilayah tersebut. Militer Israel juga mengkonfirmasi bahwa penyerangan ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan di Rafah timur.
Lebih jauh, pasukan IDF di Komando Selatan dinyatakan akan tetap bertugas sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang ada, sambil tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul. Sebelumnya, pada hari Jumat, otoritas militer Israel melaporkan bahwa lebih dari 30 pejuang yang mencoba melarikan diri dari terowongan juga telah tewas.
Situasi di Gaza masih tegang, dan intervensi militer Israel menunjukkan tingkat intensitas yang terus meningkat dalam upaya mereka untuk menangani pejuang Hamas. Pengawasan ketat atas aktivitas di kawasan tersebut diharapkan dapat menurunkan kemungkinan konflik lebih lanjut. Seiring berlanjutnya operasi ini, warga sipil di kedua belah pihak tetap menghadapi dampak dari ketegangan yang terus berlanjut.