Trinityordnance.com – Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengindikasikan kemungkinan pengiriman Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang untuk operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan saat wawancara di program televisi pada Minggu (22/3), dengan syarat tercapainya gencatan senjata dalam konflik antara AS dan Israel melawan Iran.
Motegi menegaskan bahwa Jepang memiliki teknologi penyapuan ranjau terkemuka di dunia. “Jika gencatan senjata tercapai dan ranjau menjadi penghalang, kami mungkin perlu mempertimbangkannya,” jelasnya. Pernyataan ini muncul setelah pembicaraan puncak antara Jepang dan AS di Washington yang dihadiri Motegi dan Presiden AS, Donald Trump, yang membahas batasan hukum Jepang dalam pengiriman angkatan bersenjata.
Konflik yang sedang berlangsung kini mengganggu stabilitas Timur Tengah dan pasokan energi global, di mana Jepang mengandalkan wilayah tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya. Motegi menambahkan bahwa saat ini tidak ada janji konkret yang dibuat mengenai hal ini.
Selain isu militer, Motegi juga menginformasikan bahwa satu dari dua warga negara Jepang yang ditahan di Iran telah dibebaskan. Individu tersebut dibebaskan pada Rabu dan saat ini sudah berada di Jepang. Kementerian Luar Negeri Jepang berharap dapat segera membebaskan warga negara lainnya, yang merupakan kepala biro NHK di Teheran dan ditahan sejak Januari.
Pemerintah Jepang sebelumnya telah meminta pembebasan kedua warga negara tersebut. Dengan perkembangan ini, Jepang tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan Iran di tengah ketegangan yang meningkat.