Trinityordnance.com – Kebakaran tragis terjadi di Bar Le Constellation, Crans-Montana, Swiss, pada malam Tahun Baru, mengakibatkan setidaknya 40 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka. Insiden ini berlangsung pada dini hari 1 Januari, saat para pengunjung tengah merayakan pergantian tahun.
Menurut laporan pihak kepolisian, kebakaran dimulai ketika sejumlah remaja dan turis berada di dalam bar tersebut. Komandan Polisi Kanton Wallis, Frederic Gisler, menjelaskan bahwa api menyebar dengan cepat, menciptakan kepanikan di antara sekitar 200 orang yang hadir, yang mayoritas berusia antara 15 hingga 20 tahun. Saksi mata melaporkan suasana mencekam, di mana pengunjung berusaha melarikan diri, bahkan menggunakan kursi untuk memecahkan jendela demi menyelamatkan diri.
Dugaan awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh lilin ulang tahun yang diletakkan di atas botol sampanye. Dua pengunjung dari Prancis, Emma dan Albane, mengisahkan bahwa lilin tersebut mengenai langit-langit, menyebabkan api menyebar dalam hitungan detik.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menegaskan bahwa kejadian ini merupakan salah satu tragedi terburuk yang pernah menimpa negaranya. Sebagai penghormatan untuk para korban, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama lima hari. Proses identifikasi para korban diperkirakan akan memakan waktu, mengingat banyaknya turis internasional yang menjadi korban.
Menghadapi isu yang beredar tentang kemungkinan serangan teroris, Jaksa Utama Wallis, Beatrice Pilloud, menegaskan bahwa suara ledakan yang terdengar disebabkan oleh kebakaran, bukan serangan. Saat ini, korban yang terluka telah dirawat di beberapa rumah sakit spesialis di Zurich, Lausanne, dan Jenewa, dengan bantuan medis dari negara tetangga juga mulai berdatangan.