Ketakutan Negara Arab Terhadap Permainan Ganda Iran dan Proksinya

[original_title]

Trinityordnance.com – Ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring dengan kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap taktik “permainan ganda” yang diterapkan Iran melalui kelompok-kelompok proksinya. Profesor kebijakan publik dari Universitas Hamad Bin Khalifa, Sultan Barakat, menyatakan bahwa negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, mencemaskan potensi kekacauan yang dapat ditimbulkan oleh Iran sementara secara bersamaan menyerukan penyelesaian konflik damai.

Kekhawatiran ini semakin memuncak setelah pembatalan pertemuan antara negara-negara Teluk dan Iran yang direncanakan di Oman, yang diakibatkan oleh serangan beruntun yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di wilayah Yaman dan Arab Saudi. Barakat mengingatkan bahwa meski terlibat secara tidak langsung, negara-negara Arab memiliki kekuatan dan pengaruh untuk mengendalikan tindakan kelompok-kelompok tersebut.

Serangan kelompok Houthi, yang baru-baru ini meningkat terhadap target di Saudi, terjadi bersamaan dengan dorongan Iran untuk dialog mengenai keamanan kolektif di kawasan. Barakat menilai langkah Houthi yang mengancam jalur pelayaran di Laut Merah menunjukkan bahwa Iran tetap memainkan dua peran—mendorong dialog sambil menekan secara tidak langsung melalui sekutunya.

Kelompok Houthi, yang muncul di provinsi Sadaa pada tahun 2004, menegaskan bahwa serangan mereka akan terus berlanjut hingga Saudi menghentikan serangan udara. Operasi militer yang dilakukan oleh Arab Saudi dan koalisi yang dimulainya untuk meredam kelompok ini telah berlangsung selama tujuh tahun dengan lebih dari 250.000 serangan udara. Keefektifan serangan tersebut kini dipertanyakan, seiring meningkatnya aksi Houthi yang diketahui menggunakan drone dan rudal balistik dalam serangan mereka.

Baca Juga  Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Hari Ini Menurun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *